Serangan Covid-19 Semakin Massif

Ada Tambahan Klaster Baru Masuk Kalteng

AWAL pekan ini sangat terasa bahwa serangan covid-19 di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah semakin massif. Jumlah orang yang terpapar sudah melebihi seratus. Pada akhir pekan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kalteng merilis sebanyak 104 orang yang positif.  Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 360 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 88 orang.

Jika ditotal Tim Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Kalteng sudah mendapat laporan, bahwa sudah dilakukan sebanyak  466 kali untuk Rapid Test – PCR. Meski demikian terdapat pasien yang sembuh 11 orang. Sedangkan yang meninggal ada 5 orang. Sisanya hasil RT-PCR adalah 168 orang negatif, selebihnya masih dalam tahap pemeriksaan, yakni 164 orang.

Melihat lonjakan pasien terpapar Covid-19 di Kalteng, tampaknya sangat perlu ada penambahan Rumah Sakit (RS) untuk rujukan. Sekarang ini, RS rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI adalah RS dr Doris Sylvanus Palangka Raya, RS Sultan Immanudin (RSSI) Pangkalan Bun, dan RS Murjani Sampit. Bahkan ketiga RS ini sudah melakukan perluasan sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Untuk perluasan, saat ini kami fokuskan agar RS lain ikut merawat selain RS rujukan, baik yang ditunjuk oleh Kemenkes maupun Pemprov Kalteng. Sedangkan RS yang ditunjuk berdasarkan SK Gubernur Kalteng yakni RS Muara Teweh,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng, H Sugianto Sabran melalui Ketua Harian, Darliansyah, Minggu (26/4) kemarin.

Sementara itu, RS lain yang bukan merupakan RS rujukan tapi sebagai RS lini kedua, juga didorong untuk dapat merawat pasien. Pada umumnya RS lini kedua ini menyatakan siap asalkan segala keperluan dilengkapi, seperti pemenuhan obat, APD, hingga rapid test. “Seperti RS di Buntok (RS Jaraga Sasameh) dan di Kasongan (RS Mas Amsyar) kami sudah mendorong untuk dapat merawat sendiri pasien,” tegasnya. (kaltengpos/kpfm)

KLATER BARU

Rupanya penambahan jumlah orang terpapar kali ini berasal dari klaster baru, yakni Sukabumi. Sebelumnya ada klaster lain, yakni Gowa dan Bogor. “Penambahan tiga kasus hari ini (Minggu,red), satu merupakan impor dan dua pasien lagi hasil kontak dengan yang positif. Memang betul merupakan klaster Sukabumi, tapi kami tidak bisa banyak berkomentar,” kata Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Suyuti Syamsul.

Meski bertambah, namun ada kabar baik datang dari Kobar. Dua pasien yang menjalani perawatan di RSSI Pangkalan Bun dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kepastian kesembuhan itu setelah menerima hasil swab yang kedua kali yang menyatakan negatif. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kobar Achmad Rois, didampingi Direktur RSSI Pangkalan Bun dr Fachrudin, kemarin (26/4). (kaltengpos/kpfm)

260 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.