Wow… Biaya Pasien Covid-19 Bisa Mencapai Ratusan Juta

;
dr Yayu Indriyaty

Rapid Test Berbayar Hanya Untuk Keperluan Pribadi

RUPANYA biaya perawatan pasien Covid-19 sangat mahal. Bahkan bisa mencapai ratusan juga. Wow… Jumlah itu juga diakui oleh Direktur RSDS Palangka Raya Yayu Indriaty. Menurutnya biaya yang dihabiskan oleh pasien hingga dinyatakan sembuh memang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Namun karena sebagai rumah sakit rujukan, maka pemerintah memastikan untuk membebaskan seluruh biayanya.

Meski demikian, pihaknya mencoba menghitung harga yang harus dibayarkan oleh pemerintah terhadap pasien dirawat karena diduga atau positif Covid-19. “Biaya yang harus dihabiskan oleh setiap pasien tidak sama, tergantung dari lama waktu pasien dirawat. Juga ditentukan oleh jenis penyakit pasien,” katanya saat diwawancarai wartawan Kalteng Pos di RSDS Palangka Raya, belum lama ini.

Dijelaskannya, bagi pasien yang memiliki penyakit penyerta serius atau bahkan memerlukan perawatan di ICU dan pengawasan ketat dari awal masuk, dirawat, hingga sembuh, dengan estimasi waktu perawatan 20 hingga 30 hari, diperkirakan menghabiskan Rp100 juta lebih.

“Misal saja ada PDP per orang per hari membutuhkan biaya Rp300 ribu lebih, tetapi ketika pasien tersebut dinyatakan positif, maka harus dirawat. Kami menghitung dalam satu minggu memerlukan biaya Rp52 juta, itu pun jika pasien ini tidak memiliki penyakit pemberat,” jelasnya.

Menurut Yayu, mahalnya biaya perawatan ini, salah satunya karena memerlukan alat pelindung diri (APD). Tetapi, lanjutnya, tarif ini dibayarkan oleh nasional (dalam hal ini pemerintah pusat). Harus melalui tahap verifikasi terlebih dahulu. Apabila tidak disetujui, maka selebihnya dibayarkan oleh pemerintah daerah (pemda).

“Untuk saat ini, dari ratusan pasien yang dirawat, hanya puluhan yang sudah disetujui untuk dibayarkan oleh pusat, selebihnya ditanggung pemda,” beber Yayu.

Sementara itu, terkait Keluarnya surat keputusan (SK) direktur Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya terkait penetapan tarif pemeriksaan rapid test Covid-19 dr Yayu Indriaty menjelaskan bahwa pemeriksaan berbayar hanya bagi warga yang ingin periksa secara mandiri dengan kondisi badan sehat. Pemeriksaan tersebut biasanya dijadikan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara ke provinsi lain.

Sedangkan biaya yang ditanggung oleh pemerintah adalah pasien yang diduga atau terpapar Covid-19. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu resah, apabila memang memiliki gejala Covid-19 atau memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19, silakan datang ke RSDS dan tidak dipungut biaya. (kaltengpos/KPFM-101)

45 Views

About The Author

Related posts