Gedung SGO Diduga Sengaja Dibakar

PALANGKA RAYA-Berselang tiga hari, bangunan kosong terbakar lagi. Jika sebelumnya jago merah melalap bangunan Lembaga Pembelajaran Tilawatil Quran (LPTQ) di Jalan RTA Milono Km 2,5, Kota Palangka Raya pada Jumat (11/9) dini hari, kini giliran gedung Sekolah Guru Olahraga (SGO) milik Universitas Palangka Raya (UPR) yang berkobar. Gedung yang berdiri sejak 1986 dan terletak di Jalan R.A Kartini itu terbakar pada Senin sore (14/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, orang petama yang mengetahui peristiwa tersebut adalah David Firdaus. Ia mengaku bahwa awalnya melihat asap putih yang cukup tebal keluar dari atap gedung yang sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan kampus itu.

Merasa curiga dengan kemunculan asap tersebut, David yang sehari-hari menjual es cincau itu bergegas memberitahu kepada sekumpulan pengemudi ojek online (ojol) yang sedang mangkal di dekat lapangan bola basket depan MTSN-1 Palangka Raya.

“Sesudah saya kasih tahu, beberapa teman ojol langsungberlari ke arah gedung itu,” cerita David saat dibincangi Kalteng Pos, Senin (14/9).

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu ojol yang sampai ke lokasi kejadian, Marlin, setelah dirinya masuk melalui pintu samping dengan cara didobrak bersama teman-temannya, ia melihat api berasal dari tumpukan yang terletak pada bagian belakang ruang gedung itu.

Marlin yang juga merupakan anggota BPK Swakarsa ini mengaku tak tahu pasti tumpukan apa yang menjadi sumber api tersebut. Setelah melihat api ia segera berinisiatif mengambil mesin semprot milik BPK Flamboyan yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian.

Sementara itu Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, para saksi terkejut ketika melihat kepulan asap keluar dari bangunan itu. Kemudian mereka mendobrak paksa pintu gedung dan menemukan titik sumber api dari dalam gedung.

Disebutkan Jaladri, gedung yang terbakar ini telah lama tidak digunakan dan sudah tak ada aliran listrik ke bangunan tua tersebut. Dari keterangan penjaga lokasi, gedung itu sering ditempati oleh sekumpulan anak punk.

“Kami akan mengecek bersama Tim Identifikasi Polresta Palangka Raya dan tim dari Laboratorium Forensik Polri guna melakukan olah TKP,” tegasnya. (sja/oiq/ce/ala/kapos)

46 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *