Benarkah Stres Memicu Bau Mulut?

jpnn.com – Walaupun tidak digolongkan ke dalam masalah kesehatan serius, memiliki bau mulut bisa sangat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Mereka akan cenderung malas berinteraksi dan berkomunikasi.

Belum lagi ketidaknyamanan yang dirasakan orang di sekitar.

Pada umumnya, kondisi yang dalam medis dikenal dengan istilah halitosis itu disebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga dengan baik. Akan tetapi, beberapa kondisi lain, termasuk stres, ternyata juga dapat memicu timbulnya bau tidak sedap tersebut.

Bagaimana Stres Dapat Memicu Bau Mulut?

Penyebab bau mulut tidak hanya masalah kesehatan gigi, gusi, serta konsumsi makanan yang berbau menyengat. Faktanya, seseorang yang mengalami stres berkepanjangan juga dapat memicu masalah bau mulut.

Salah satunya adalah mulut kering atau dry mouth. Ini merupakan keadaan di mana mulut menjadi kering karena berkurangnya aliran air liur atau saliva. Padahal, air liur berperan sebagai sistem pertahanan rongga mulut.

Mulut yang sering kering akan memungkinkan plak menumpuk di permukaan gigi lebih cepat. Mengapa demikian? Penyebabnya, bakteri akan lebih cenderung menempel pada permukaan mulut yang kering.

Hal ini tentu dapat menyebabkan risiko penumpukan karang gigi dan kerusakan gigi akan semakin meningkat.

Jika dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut dapat berujung pada timbulnya bau mulut yang tak sedap, terutama pada orang yang memiliki kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik.

Selain itu, saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon-hormon yang dapat mengubah produksi bakteri VSC (Volatile Sulfur Compound). Hal ini juga dapat memicu timbulnya bau mulut.

Untuk mengatasinya, selain menghindari stres, Anda dianjurkan untuk memperbanyak air putih atau mengunyah permen karet bebas gula. Hal ini dapat membantu untuk mengatasi dan mencegah mulut kering.(klikdokter)

283 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.