Optimalisasi Lahan Rawa Lebih Produktif

MENINJAU : Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti saat meninjau lokasi pengembangan produksi benih padi hibrida di Desa A-2 Petak Batuah, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Sabtu (10/9).

PALANGKA RAYA – Program food estate di Provinsi Kalimantan Tengah telah berdampak pada upaya optimalisasi lahan rawa menjadi lahan pertanian yang produktif. Selain dukungan sarana prasarana pertanian, upaya optimalisasi juga ditentukan dengan sistem pengembangan perbenihan serta keberhasilan penyebaran varietas unggul baru.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti mengatakan, perkembangan suatu varietas di suatu daerah dapat berbeda-beda. Tergantung dari preferensi masyarakat, kondisi agroekosistem dan kondisi hama dan penyakit, sehingga masing-masing daerah memiliki varietas bersifat spesifik lokasi.

“Tahun 2022 ini, kegiatan produksi benih padi hibrida di Dadahup seluas  empat hectare. Ke depannya diharapkan meningkat dan berkembang juga ke kawasan lahan rawa lainnya,” katanya saat meninjau lokasi kegiatan pengembangan produksi benih padi hibrida di Desa A-2 Petak Batuah, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Sabtu (10/9).

Diungkapkannya, program kegiatan pra lisensi produksi benih padi hibrida ini dilaksanakan melalui kerja sama kemitraan Dinas TPHP Kalteng dengan Balai Besar Penelitian Padi-Sukamandi, Subang,Jawa Barat. “Program ini diharapkan dapat menghasilkan benih unggul bermutu dan memenuhi ketersediaan stok benih hibrida di Kalteng,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kalteng Irpan Rianto mengatakan, program pra lisensi ini dilaksanakan untuk mendukung program peningkatan mutu dan peredaran benih/bibit tanaman yang bersumber dari APBD Kalteng tahun 2022. Jenis varietas yang dikembangkan adalah varietas hibrida HIPA-18.

“Pengembangan varietas padi hibrida secara komersial didasarkan atas dua hal, yaitu keunggulan varietas hibrida dan kemudahan produksi benihnya,” ucapnya.

Keunggulan varietas padi hibrida, kata dia, didasarkan atas fenomena heterosis yang diharapkan muncul, terutama potensi hasil. “Sedangkan kemudahan produksi benih dapat dilakukan dengan penggunaan galur mandul jantan dengan karakter pembungaan yang mendukung persilangan alami,” pungkasnya. (abw/ens/kpfm101)

341 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.